Kembang sore besar (Abutilon hirtum)

Kembang sore besar (Abutilon hirtum)

RempahID.com – Kembang sore besar atau kecemplok yang mempunyai nama latin Abutilon hirtum adalah tumbuhan tahunan/abadi dengan batang yang kurang lebih berkayu dan persisten. Tingginya mencapai 2.5 meter. Batang, tangkai daun dan tangkai bunga lengket, seperti beludru dan berbulu.

Tanaman dipanen dari alam untuk penggunaan lokal sebagai sumber serat, obat-obatan dan makanan. Kadang-kadang ditanam karena nilai hiasnya.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Abutilon hirtum (Lam.) Sweet

Nama ilmiah lainya

  • Abutilon graveolens (Roxb. ex Hornem.) Wight & Arn. ex Wight (1833).

Nama lokal

  • India: belabenda; gondekaai; atibala; kanghi; oorakam; tutturu benda; malayalam
  • Indonesia: kecemplok (Jawa), kembang sore besar (Bali), bunga waktu kuning (Maluku).
  • Inggris: mallow; florida Keys Indian mallow; Indian abutilon
  • Malaysia: angouri; bunga petang
  • Thailand: khrop chak krawaan; khrop see; top taap

Genetika

  • Jumlah kromosom: 2n = 42.

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Dilleniidae
            Order:  Malvales
              Family:  Malvaceae
                Genus:  Abutilon Miller
                  Species:  Abutilon hirtum (Lam.) Sweet

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

A. hirtum tumbuh di daerah tropis yang lebih kering di Dunia Lama, dan diperkenalkan ke Amerika. Di Malesia, terjadi secara lokal di seluruh wilayah, kecuali Sumatera, Maluku dan Nugini.

Deskripsi

  • Kembang sore besar atau kecemplok merupakan sebuah semak bawah setinggi sekitar 2.5 m
  • Batang, tangkai daun dan tangkai yang tertutup rapat dengan rambut sederhana yang panjang dan berkilau, rambut kecil lembut, dan kental dengan rambut kelenjar pendek.
  • Pembungaan mahkota kuning-oranye, biasanya dengan bagina tengah ungu.
  • Biji seluruhnya atau sebagian ditutupi dengan rambut putih pendek, paten.

Di Malesia, A. hirtum ditemukan di tempat-tempat sampah dan di sepanjang tepi jalan, terutama di daerah dengan musim kemarau yang khas.

Manfaat dan penggunaan

Di Malesia, A. hirtum digunakan sebagai tapal untuk meredakan nyeri batu ginjal dan sering dicampur dengan beras ketan dan dioleskan pada bisul.

Di Thailand, akarnya digunakan untuk melawan batuk dan sakit gigi, dan sebagai antipiretik. Daun atau bunganya dioleskan pada abses.