bibit jahe

Cara Membuat Bibit Jahe dan Memperbanyak Anakan jahe

RempahID.comBudidaya tanaman jahe sangatlah populer di Indonesia, karena bisa dijadikan jamu-jamuan. Penanaman bibit jahe bisa dibilang mudah bahkan bisa dilakukan di rumah. Namun, meskipun mudah penanamannya, semua itu harus dilakukan dengan benar.

Agar bisa mendapatkan jumlah yang banyak serta berkualitas, Anda harus tahu dulu metode-metode di bawah ini agar bisa memaksimalkan budidaya jahe. Maka simak terus penjelasannya di bawah sampai tuntas!

Tips Memilih Bibit Jahe Berkualitas

Jika Anda sebelumnya sudah menentukan lahan untuk menanamnya, langkah selanjutnya adalah memilih bibit jahe yang baik. Kenapa pemilihan bibit sangatlah penting?

Karena ini dapat menentukan faktor jumlah produksi jahe serta kualitas jahe itu sendiri. Anda harus cermat dalam pemilihannya, bibit jahe yang bagus harus melewati beberapa persyaratan.

Cara memilih bibit jahe yang berkualitas bisa Anda tentukan dengan melihat syarat-syarat berikut ini.

  1. Bibit jahe yang baik itu berasal dari tanaman yang sehat serta bebas dari gangguan hama
  2. Tanaman jahe dapat dipanen setelah berumur sekitar 10 hingga 12 bulan. Maka cari bibit yang berasal dari tanaman jahe yang siap panen.
  3. Perhatikan kondisi rumpun tanaman jahe yang Anda ambil bibitnya, pastikan kondisinya normal, sehat, tegar dan terbebas dari segala penyakit.
  4. Terakhir, selalu perhatikan rimpang jahe yang ingin dijadikan bibit tanaman nanti. Ambilah dengan ciri-ciri rimpang yang mulus, tidak ada penyakit, bagian bibitnya tidak ada yang busuk dan warnanya tidak pucat.

Nah, selain persyaratan tadi masih ada syarat-syarat lainnya yang berkaitan dengan mutu fisik, genetik dan juga fisiologik. Pada mutu fisik, berarti Anda harus memilih bibit tanaman yang bebas penyakit dan hama. Sedangkan, mutu fisiologik merupakan tingkat persentase pertumbuhan suatu tanaman.

Selanjutnya, bagaimana caranya menyiapkan bibit-bibit yang sudah Anda pilih tadi untuk dilakukan penyemaian. Nah, gimana metode penyemaian yang benar agar bisa memproduksi banyak jahe?

Penyemaian Bibit Jahe

Setelah pemilihan tadi, selanjutnya melakukan langkah penyemaian. Nah, supaya bisa mendapatkan semai yang bermutu, Anda harus sabar menunggunya karena ini akan membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Berikut langkah-langkah penyemaian bibit jahe yang benar:

  1. Jemur dan keringkan rimpang jahe pada sinar matahari, tapi pastikan tidak terlalu kering.
  2. Lalu, simpan rimpang jahe dalam kurun waktu satu sampai satu setengah bulan.
  3. Jika sudah, potong menjadi 3-5 mata tunas/rimpangnya dan jemur kembali selama sepertiga hari.
  4. Rendam bibit jahe ke dalam antibiotik atau juga bakterisida, tentukan kadar dosisnya terlebih dahulu. Setelah itu, tiriskan dan jemur.
  5. Menyiapkan media semai, bisa berupa kayu atau juga bisa dengan gundukan tanah.
  6. Kalau Anda menggunakan media kayu, lapisi bagian bawah kotak kayu dengan sekam padi dan letakkan bibit di atasnya. Setelah itu, tanam lagi bibit dengan sekam padi, ulangi prosesnya dan terakhir tutup dengan sekam padi.
  7. Jauhkan bibit dari suhu panas dan cuaca hujan, letakkan saja di tempat yang teduh
  8. Pilih tunas dengan kualitas terbaik ketika bibit telah memunculkan tunasnya.

Proses Penanaman Jahe

Seperti tanaman jenis lainnya yang membutuhkan cara khusus dalam penanamannya. Untuk memulai tanaman jahe Anda harus membuat sebuah parit di atas bandengan dengan memberi jarak di antaranya, nantinya bibit akan ditempatkan di atas parit.

Letakkan bibit yang siap ditanam di atas parit dengan posisi mata tunas menghadap ke atas, setelah itu Anda tutup bibitnya dengan tanah. Pastikan tanahnya memiliki ketebalan sekitar lima sentimeter.

Perawatan serta Hal-Hal Lainnya yang Harus Diperhatikan

Selama proses pertumbuhan, tanaman jahe mesti dirawat dengan baik dan benar. Ini untuk menjaga tanaman tersebut dari penyakit, hama dan juga kerusakan yang ditimbulkan oleh hal lainnya yang menyebabkan produksi jahe menurun.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan supaya tanaman jahe Anda mampu memproduksi jahe yang bermutu tinggi. Cara merawat tanaman jahe bisa Anda lihat dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

Iklim

Tanaman jahe tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan tingkat curah hujan di atas 200 mm. Tanaman ini juga tumbuh subur di daerah bersuhu dingin dengan ketinggian sekitar 500 – 1000 mdpl.

Hanya saja, bagi Anda yang tinggal di kawasan dengan tingkat curah hujan rendah di bawah 200 mm, Anda disarankan menggunakan pupuk organik cair.

Suhu

Selain faktor Iklim. Faktor suhu udara sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman jahe. Suhu udara yang optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman jahe berkisar antara 20 – 35 derajat celcius.

Jadi, pastikan suhu tepat, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Cahaya Matahari

Lokasi pembibitan tanaman jahe tidak harus selalu di tengah-tengah sinar Matahari, ada masanya di mana Anda harus meletakkan di tempat yang teduh. Jahe harus diletakkan di tempat yang sejuk dengan cahaya Matahari yang cukup ketika berusia sampai 2 bulan.

Ini dilakukan untuk menghindari tanaman menjadi layu. Sedangkan, ketika usianya sudah mencapai 2 – 7 bulan, Anda harus memindahkannya ke tempat terbuka dengan intensitas cahaya Matahari yang tinggi.

Nah, itu lah tadi beberapa tips yang bisa Anda lakukan terhadap tanaman jahe Anda atau Anda sedang ingin menanam jahe dirumah. Jadi, selain mencari bibit jahe yang baik dan juga proses penanaman yang benar, Anda harus memperhatikan iklim, suhu dan cahaya Mataharinya juga. Semoga informasi di atas bermanfaat!