Cocok Dijadikan Usaha, Ini Cara Budidaya Jahe yang Mudah

Cocok Dijadikan Usaha, Ini Cara Budidaya Jahe yang Mudah

RempahID.com – Jahe sekarang ini menjadi salah satu tanaman rempah berkhasiat yang banyak dicari masyarakat. Karena banyak yang membutuhkan tanaman rempah ini, budidaya jahe bisa menjadi alternatif usaha yang menjanjikan.

Tahukah Anda bagaimana cara budidaya rempah jahe yang mudah?

Sebelum membahas mengenai cara budidaya jahe, supaya lebih menyakinkan, kita bahas dulu sedikit tentang manfaat jahe. Tanaman jahe tidak hanya digunakan untuk bumbu dapur penyedap masakan. Jahe bisa juga digunakan untuk obat herbal mengurangi rasa mual, mengatasi masalah pencernaan, mencegah kanker, dan masih banyak manfaat lainnya.

Karena manfaatnya yang sangat banyak, Anda bisa membudidayakan jahe untuk dijual kembali atau sekadar untuk persediaan di rumah. Jika tak ada lahan yang luas, Anda bisa mempraktikkan cara menanam jahe merah di polybag.

Berikut tahapan lengkap untuk membudidayakan jahe.

Cara Budidaya Jahe dengan Memilih Jenis Jahe yang Ingin Ditanam

Cocok Dijadikan Usaha, Ini Cara Budidaya Jahe yang Mudah

Jahe sendiri memiliki 3 jenis yang berbeda. Di sekitar, Anda mungkin lebih banyak menemukan jahe dengan warna putih kekuningan. Lalu, ada juga jahe dengan warna merah. Sebelum memulai cara menanam jahe, kenali dulu jenis-jenis jahe yang ingin Anda tanam.

Pertama, ada jahe yang disebut dengan jahe gajah atau jahe badak. Jahe ini adalah jenis jahe putih kekuningan yang berukuran besar. Serat dagingnya cenderung lebih lembut dan memiliki aroma yang sangat tajam, tetapi tidak terlalu pedas. Jenis jahe ini banyak disukai oleh masyarakat Indonesia maupun luar negeri.

Kedua, ada jahe emprit. Seperti namanya, jahe jenis ini adalah jahe putih dengan ukuran yang lebih kecil. Aroma jahe ini tidak terlalu kuat, tetapi rasanya lebih pedas. Jahe emprit mempunyai kandungan minyak atsiri yang lebih banyak, yakni mencapai 7%.

Ketiga, jahe merah. Jenis jahe ini tidak mudah ditemukan di pulau Jawa. Oleh karena itu, jahe ini memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan jahe lainnya. Kandungan minyak atsiri pada jahe merah juga lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jahe lainnya. Untuk kebutuhan bisnis, budidaya jahe merah lebih potensial.

Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Jahe Hitam, tetapi untuk ditanam di Indonesia sendiri masih jarang.

Sebelum Mulai Menanam, Tentukan Lokasi Budidaya Jahe

Lokasi menanam jahe tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan. Jika Anda ingin membudidayakan jahe untuk memenuhi kebutuhan sendiri, polybag pun cukup untuk menanam jahe.

Namun, jika ingin dijadikan usaha, Anda membutuhkan lahan yang cukup luas. Dengan begitu, Anda bisa mempraktikkan tanam jahe sistem gedek.

Untuk Anda yang ingin menanam di lahan atau kebun yang luas, pastikan lahan yang dipilih memiliki tanah yang subur dan kaya akan kandungan bahan-bahan organik. Untuk yang ingin menanam jahe di polybag, pastikan Anda mengisi polybag dengan tanah yang subur.

Baik menanam di polybag atau kebun, pastikan lokasi yang dipilih terpapar sinar matahari. Kemudian, kandungan di dalam tanah juga harus diperhatikan. Tingkat pH tanah yang baik untuk pertumbuhan jahe berada pada angka 6.8 – 7.4.

Lakukan Proses Pembibitan Jahe

Setelah menentukan jenis jahe yang akan ditanam dan di mana lokasi menanam, kita akan membahas tentang proses pembibitan jahe dan cara memperbanyak anakan jahe. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tahapan ini. Dua cara yang paling populer adalah teknik peti katu dan bedengan.

Peti kayu membutuhkan media tanam berupa kotak kayu atau semacam peti untuk memulai pembibitan jahe. Sementara itu, teknik bedengan memerlukan gundukan tanah dalam sebuah tempat penyemaian sederhana.

Teknik bedengan ini banyak dipilih untuk cara budidaya jahe dalam jumlah besar. Rumah penyemaian untuk teknik bedengan dengan ukuran 8 x 10 m bisa digunakan untuk menanam bibit jahe kurang lebih 1 ton.

Lalu, jahe apa yang bagus untuk dijadikan bibit jahe?

Pertama-tama, pastikan rimpang jahe berasal dari tanaman yang sehat dan bebas hama. Kedua, pilih bibit jahe yang berusia minimal 10 bulan. Ketiga, sebelum ditanam, pastikan rimpang jahe dalam kondisi mulus, tidak ada bagian yang busuk, dan warnanya tidak pucat.

Olah Media Tanam dan Tanam Jahe dengan Baik

Sembari menyiapkan bibit jahe, Anda bisa menyiapkan media tanamnya. Untuk Anda yang menanam di lahan yang luas, bersihkan lahan dari tanaman gulma.

Untuk proses penggemburan tanah, Anda bisa membajaknya dengan cara mencangkul dengan kedalaman kurang lebih 25 – 35 cm. Kemudian, diamkan selama kurang lebih satu minggu. Setelah satu minggu, cangkul lagi tanah tersebut untuk yang kedua kalinya.

Setelah lahan siap dan bibit jahe sudah bertunas, saatnya memindahkan bibit jahe ke lahan atau polybag. Letakkan jahe yang sudah bertunas dengan posisi tunas menghadap ke atas. Setelah itu, tutup jahe dengan tanah. Ketebalan tanah untuk menutup bibit jahe ini sekitar 5 cm.

Itulah pembahasan penting tentang cara budidaya tanaman jahe yang mudah. Setelah proses menanam selesai, jangan lupa untuk terus memperhatikan pertumbuhan dan merawat jahe dengan baik dan benar, ya. Pastikan jahe yang Anda tanam tidak diserang hama.