Jaranan - Sacred garlic pear - Crateva religiosa

Jaranan | Sacred garlic pear | Crateva religiosa

RempahID.com – Jaranan atau barunday yang memiliki nama latin Crateva religiosa adalah pohon yang tumbuh lambat dan gugur secara singkat dengan mahkota yang banyak bercabang dari dedaunan yang mengilap, dan kulit kayu menarik yang ditandai dengan bintik-bintik putih. Tingginya bisa mencapai 30 meter, meskipun biasanya jauh lebih kecil.

Sering dikumpulkan dari alam liar untuk berbagai kegunaannya, pohon ini juga biasa ditanam di dekat kuil dan kuburan di India, di mana ia dianggap sebagai pohon keramat. Kulit kayunya banyak digunakan sebagai obat di India, bunga kering di China. Pohon jaranan juga dibudidayakan sebagai tanaman hias, terutama karena bunganya.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Crateva religiosa Forster f.

Nama ilmiah lainya

  • Crateva macrocarpa Kurz (1874).

Nama lokal

  • Inggris: sacred barma, sacred garlic pear
  • Indonesia: jaranan (Jawa), barunday (Sunda), sibaluak (Sumatra)
  • Malaysia: kepayan, kemantu, kemantu hitam, dangla
  • Filipina: salingbobog, balai-lamok, banugan
  • Kamboja: tonliëm
  • Laos: kumz
  • Thailand: kum-bok, kum nam
  • Vietnam: bún thiêu, bún lợ

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Dilleniidae
            Order:  Capparales
              Family:  Capparaceae
                Genus:  Crateva L.
                  Species:  Crateva religiosa G. Forst.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Dari India di seluruh Asia Selatan dan Tenggara hingga Mikronesia dan Polinesia, liar dan kadang-kadang dibudidayakan. Biasa di Kalimantan, Nugini, dan Kepulauan Solomon.

Deskripsi

  • Jaranan merupakan sebuah pohon dengan tinggi 5-15 (-30) m, kulit abu-abu, kayu putih kekuningan, berubah menjadi coklat muda saat tua.
  • Daun trifoliolate; tangkai daun panjang (3.5-)6.5-10 cm, pada ranting steril seringkali lebih panjang, berbintik-bintik, panjang 0.5-1 mm, daun sangat bervariasi, lonjong asimetris hingga bulat telur, 8.5-27 cm × 3-10.5 cm, daun tengah lonjong berbentuk bulat telur, pangkal membusuk sempit, puncak segera tajam, sering mukronulasi, urat 7-11 pasang, subsesil, herba tipis.
  • Bunga 2-14, panjang tangkai 3-5 (-14) cm, bunga bagian bawah disisipkan di atas ketiak daun normal, yang lain ditubuhkan oleh daun caducous awal, 10 mm √ó 1-1.5 mm, panjang pedicel 2-9 cm, sepal bulat telur, tumpul sampai lancip, 4-7 mm x 1.5-3 mm, kelopak bunga bulat telur lebar elips, 2-4 cm x 1-2.3 cm, pangkal menyempit panjang 5-20 mm; benang sari (10-)13-18 (-30), panjang filamen 4.5-11.5 cm, merah muda atau ungu ke arah atas, kepala sari 2.5-6 mm, panjang ginofor 4-7 cm.
  • Buah berry subglobose sampai subovoid, 6-15 cm x 5.5-9.5 cm, abu-abu keputihan.
  • Biji berbiji lunas, jarang sampai berbiji padat.

C. religiosa sering ditemukan di hutan yang tergenang air secara berkala, biasanya di bawah ketinggian 100 m, tetapi juga ditemukan di ketinggian 700 m. Di India dan Polinesia sering ditanam di sekitar candi.

Manfaat dan penggunaan

Daun dari pohon jaranan digunakan sebagai sayuran di Indo-Cina dan India. Buah bisa dimakan; di Kalimantan Barat mereka dijadikan sebagai umpan ikan.

Jus dari kulit batang atau akar pahit digunakan dalam rebusan sebagai obat pencahar untuk sakit perut dan sebagai obat penurun panas di Malesia dan Thailand.

Di India, bunga itu dianggap astringent dan cholagogue. Kulit kayunya dan daunnya ditumbuk dan dioleskan sebagai tapal melawan rematik. Di Kepulauan Solomon, daunnya dipanaskan dan dioleskan untuk mengobati sakit telinga.