Temu hitam (Temu ireng - Curcuma aeruginosa)

Temu hitam – ireng | Curcuma aeruginosa

RempahID.com – Temu hitam atau temu ireng yang mempunyai nama lain Curcuma aeruginosa adalah tanaman tahunan/abadi yang menghasilkan batang berdaun tidak bercabang setinggi 200cm dari rimpang bawah tanah besar yang panjangnya bisa 16cm dan lebar 3cm. Perbungaan berkembang dari rimpang, biasanya sebelum daun diproduksi.

Tanaman dikumpulkan dari alam untuk digunakan dalam pengobatan tradisional dan sebagai makanan. Seringkali ditanam di Indonesia sebagai tanaman obat dan terkadang juga dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Curcuma aeruginosa Roxb.

Nama lokal

  • Indonesia: temu hitam (umum); temu ireng (Jawa, Bali); koneng hideung (Sunda)
  • Malaysia: temu erang; temu hitam
  • Thailand: waan mahaamek
  • Vietnam: ngh[eej] ten d[oof]ng.

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Division:  Magnoliophyta
    Class:  Liliopsida
      Order:  Zingiberales
        Family:  Zingiberaceae
          Genus:  Curcuma
            Spesies: Curcuma aeruginosa Roxb.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Burma (Myanmar), Vietnam, Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Jawa; dibudidayakan setidaknya di Vietnam, Kamboja, Jawa dan Maluku.

Deskripsi

  • Temu ireng merupakan tanaman herba dengan panjang rimpang hingga 16 cm dan tebal 3 cm, bagian luar berwarna abu-abu dan mengkilat, ujung berwarna merah muda, bagian dalam kebiruan atau biru kehijauan dengan korteks putih.
  • Pelepah daun panjang 50 cm, bilah elips hingga lonjong-lanset, 30-80 cm × 9-20 cm, hijau dengan kecoklatan lebar keunguan di setiap sisi pelepah di setengah bagian distal.
  • Perbungaan pada tunas terpisah, bracts hijau pucat, coma bracts ungu; daun mhkota panjangnya sekitar 4.5 cm, merah jambu tua; labellum berukuran sekitar 17 mm x 17 mm, kuning pucat dengan median pita kuning tua, staminoda lain terlipat membujur, kuning pucat, antera spurred.

C. aeruginosa dapat ditemukan di tempat berumput dan hutan jati pada ketinggian 400-750 m.

Manfaat dan penggunaan

Penggunaan yang dapat dimakan

Selama masa paceklik pati yang diekstrak dari rimpang digunakan sebagai pengganti ubi kayu atau jagung.

Sebagai obat

Di Indo-China rimpang digunakan sebagai obat sakit perut. Di Semenanjung Malaysia, obat-obatan tersebut telah diresepkan untuk mengobati asma dan batuk, diterapkan secara eksternal pada penyakit kudis, dan disarankan sebagai aplikasi untuk gangguan mental.

Di Indonesia dan Thailand, rimpang adalah bahan utama ramuan yang diberikan kepada wanita setelah melahirkan untuk mempercepat lokia.

Mereka dianggap depuratif dan digunakan baik secara internal maupun eksternal untuk mengobati eksantema, dan sebagai tapal untuk mengobati gatal.

Aplikasi obat lainnya adalah melawan obesitas, rematik, dan sebagai anthelmintik.

Penggunaan lainnya

Pewarna bisa diperoleh dari rimpang.

Perbanyakan dan penanaman

Benih – paling baik ditanam segera setelah matang. Berkecambah paling baik pada suhu sekitar 20°c. Pembagian rimpang saat tanaman tidak aktif.

Detail budidaya

Tanaman temu ireng beradaptasi untuk tumbuh di daerah tropis dengan musim kemarau.

Tanaman temu hitam dalam genus ini pada umumnya lebih menyukai tanah yang kaya humus, lembab tetapi memiliki drainase yang baik di tempat teduh parsial.