Achocha - Caigua - Cyclanthera pedata

Achocha, Caigua | Cyclanthera pedata

RempahID.com – Achocha atau caigua yang memiliki nama latin Cyclanthera pedata adalah tanaman musiman/satu-tahunan, menghasilkan batang yang panjangnya bisa 4-5 meter atau lebih, mungkin hingga 12 meter. Batangnya berebut di atas tanah, memanjat tumbuh-tumbuhan di sekitarnya dan menopang diri dengan sulur-sulur panjang.

Buahnya sering dimakan di daerah tropis dan tanamannya memiliki reputasi baik dalam pengobatan beberapa gangguan. Tanaman ini dibudidayakan secara luas untuk buahnya di Andes, Amerika Selatan dan juga tumbuh di banyak daerah tropis lainnya, terutama di Amerika. Tanaman digunakan dalam beberapa obat-obatan berpemilik dan dijual di Internet.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Cyclanthera pedata (L.) Schrader

Nama lokal

  • Inggris: achocha, caigua, korilla, wild cucumber.

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Dilleniidae
            Order:  Violales
              Family:  Cucurbitaceae
                Genus:  Cyclanthera Schrad.
                  Species:  Cyclanthera pedata (L.) Schrad.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Berasal dari Andes, Amerika Selatan, tetapi sekarang hanya dikenal dalam budidaya atau sebagai pelarian dari budidaya. Dibudidayakan dari Meksiko hingga Peru dan Ekuador dan juga kadang-kadang di daerah tropis Dunia Lama (misalnya Malaysia, Nepal, Taiwan).

Deskripsi

  • Caigua merupakan tanaman merambat yang kuat sepanjang tahun hingga 5 m.
  • Daun-daun suborbicular secara garis besar, ca. 17.5 cm × 20 cm, dengan telapak tangan 3-5-foliolate.
  • Buah pepo, meruncing, pipih, bulat telur miring, panjang hingga 16 cm, berwarna putih kehijauan, kadang dengan duri lunak, dengan rongga biji berongga, sebagian berlubang, berisi biji berwarna hitam kecokelatan.

Achoca cukup toleran terhadap dingin dan cocok untuk budidaya di dataran tinggi tropis hingga ketinggian 2000 m. Jarak tanam 90 cm × 90 cm. Tanaman harus menopang.

Terkait erat C. brachystachia (Ser.) Cogn. (sinonim C. explodens Naudin), berasal dari daerah yang sama, juga dibudidayakan untuk buahnya yang bisa dimakan.

Manfaat dan penggunaan

Buah muda dimakan, mentah atau dimasak. Biji harus dibuang dari buah yang lebih tua; rongga biji yang dihasilkan cocok untuk diisi dengan daging dan rempah-rempah. Rasanya seperti timun. Tunas dan daun muda juga bisa dimakan.