Pohon tonka bean (Dipteryx odorata)

Tonka bean | Dipteryx odorata

RempahID.com – Kacang tonka atau Tonka bean yang memiliki nama latin Dipteryx odorata adalah pohon cemara besar dengan kecil, mahkota bulat, umumnya tumbuh hingga 30 meter tetapi dengan beberapa spesimen hingga 50 meter. Batang lurus silinder tidak terikat; itu bisa tidak bercabang sampai 18 – 24 meter dan biasanya berdiameter 45 – 75cm, meskipun telah ditemukan diameter hingga 100cm.

Pohon itu dipanen dari alam liar untuk penggunaan lokal sebagai makanan, obat, wewangian dan sumber bahan lainya. Benih Dipteryx odorata kaya akan senyawa kumarin dan sering dipanen dari alam liar dan kadang juga dibudidayakan di daerah tropis, terutama Amerika Selatan, untuk senyawa ini yang memiliki pasar lokal dan internasional.

Ini adalah sumber utama dari senyawa dalam genus ini, dan kadang-kadang telah diperdagangkan dalam jumlah besar. Namun, penggunaan komersial dari bumbu penyedap rasa ini telah dilarang di beberapa negara, terutama Amerika Serikat, dan pasar biji kakao agak berkurang. Pohon itu juga menghasilkan kayu yang sangat menarik yang digunakan secara lokal dan juga diekspor.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

Dipteryx odorata (Aublet) Willd.

Nama ilmiah lainya

  • Baryosma tonga Gaertner
  • Coumarouna odorata Aublet
  • Dipteryx tetraphylla Spruce ex Benth.

Nama lokal

  • Inggris: Tonka bean
  • Prancis: Coumarou

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Rosidae
            Order:  Fabales
              Family:  Fabaceae ⁄ Leguminosae
                Genus:  Dipteryx Schreb.
                  Species:  Dipteryx odorata (Aubl.) Willd.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Asli Amerika Selatan, terutama di sepanjang anak sungai Orinoco di Brasil, Kolombia, Guyana, dan Venezuela. Sesekali diperkenalkan dan terkadang dibudidayakan di tempat lain.

Deskripsi

  • Tonka bean merupakan pohon dengan tinggi hingga 40 m dan diameter batang hingga 1 m. Sistem perakaran dengan akar tunggang yang kuat hingga kedalaman hanya 1 m, akar jangkar yang tumbuh lebih dalam dan massa permukaan akar makan yang padat.
  • Daun bergantian, majemuk menyirip, kasar, hijau mengkilap; rachis diratakan dan bersayap; anak daun 3-6, berseberangan atau berseling, elips tetapi sisi tidak sama, hingga 15 cm × 8 cm.
  • Pembungaan malai dengan bunga rose-violet; tabung kelopak panjang 4 mm, 2 posterior sepals petaloid; daun mahkota panjang 10-12 mm.
  • Buah berbiji, ellipsoidal, 7-10 cm × 3-6 cm, tidak pecah, kuning pucat coklat; mesocarp pulpy; endocarp keras, membungkus satu biji.
  • Biji biasanya keriput, 3-5 cm × 1-2 cm, mahoni kusam, berat sekitar 3 g.

Di alam liar Dipteryx odorata tumbuh di hutan tropis, seringkali di sepanjang tepi sungai. Ini membutuhkan curah hujan tahunan 1500-2750 mm dan tumbuh hingga ketinggian 350 m. Ia lebih menyukai tanah kaya humus yang miskin kalsium.

Perbanyakan biasanya dengan biji, tetapi bisa juga dengan stek. Jarak tanam awal 3 mx 3 m, penjarangan setelah 10 tahun. Ketika tingginya sekitar 2 m, pohon-pohon itu dipuncak untuk memicu percabangan.

Biasanya berbunga dan berbuah mulai 7-10 tahun setelah tanam, tetapi tanaman yang baik hanya didapat setiap 2-3 tahun. Penyerbukan dilakukan oleh serangga.

Penyakit dan hama tidak pernah serius; hanya kelelawar yang memetik buahnya untuk dimakan dagingnya yang berair.

Hasil biji kering per pohon biasanya 0.5-1 kg per tahun, tetapi bisa mencapai 25 kg.

Dua jenis komersial diakui: jenis Angostura-Venezuela dan jenis Brazil atau Para.

Produsen utama kacang tonka beans dari pohon liar adalah Venezuela, diikuti oleh Brazil dan Kolombia. Produksi menurun karena persaingan dari kumarin sintetis dan vanilin. Pada tingkat yang lebih rendah, benih spesies Dipteryx lainnya digunakan serupa dengan Dipteryx odorata.

Sebagai sumber rasa alami, Dipteryx odorata mungkin diminati di Asia Tenggara. Eksperimen pada awal 1900-an di Indonesia dan Singapura cukup menjanjikan.

Manfaat dan penggunaan

Setelah biji (kacang) tonka beans direndam selama beberapa hari dalam rum yang kuat atau alkohol (45-65%) dan kemudian dikeringkan menjadi lentur, menunjukkan deposit coumarin kristalin pada testa dan berbau jerami yang baru dipotong.

Kacang yang diawetkan mengandung sekitar 8% air, 2-3% coumarin dan 25% tonka butter.

Biji atau ekstraknya digunakan untuk mengharumkan dan membumbui makanan, tembakau, sabun, dan minuman keras. Ini juga digunakan sebagai pengganti vanilla dan sebagai bahan pengikat pewarna dan parfum.

Secara obat bijinya digunakan sebagai tonik atau narkotik dan untuk menyembuhkan diare, batuk dan schistosomiasis.

Kayu coklat, berbutir rapat sangat keras, tangguh dan tahan lama serta tahan terhadap penggerek laut tetapi sulit untuk dikerjakan. Ini adalah kayu yang sangat cocok di mana ketahanan terhadap tekanan yang dibutuhkan. Pohon-pohon itu juga digunakan untuk naungan kakao (biji coklat).

Kulit pohon menghasilkan kino yang sangat mirip dengan kino kayu putih dan mengandung sekitar 40% tanin.