Ngeseso - Ficus pungens

Ngeseso | Ficus pungens

RempahID.com – Ngeseso atau gososo yang memiliki nama latin Ficus pungens biasanya berupa pohon berukuran kecil hingga sedang yang dapat tumbuh hingga setinggi 25 meter. Batang pohon terkadang memiliki akar panggung yang pendek. Batangnya memiliki duri yang sangat tajam, meski bisa rontok.

Pohon itu dipanen dari alam liar untuk digunakan secara lokal sebagai makanan, obat dan sumber serat. Sayuran yang cukup umum di daerah asalnya, kadang-kadang dibudidayakan sebagai tanaman pangan dan hias.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Ficus pungens Reinw. ex Blume

Nama ilmiah lainya

  • Ficus myriocarpa Miq. (1867),
  • Ficus ovalifolia Ridley (1916),
  • Ficus kalingaensis Merr. (1922).

Nama lokal

  • Indonesia: ngeseso (Halmahera), gososo (Ternate).
  • Inggris/Filipina: kalinga fig.
  • Papua Nugini: baguai, wopope, ohohone

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Phylum:  Tracheophyta
    Class:  Magnoliopsida
      Order:  Rosales
        Family:  Moracaeae
          Genus:  Ficus
            Species:  Ficus pungens Reinw. ex Blume

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Dari Filipina, melalui Maluku dan New Guinea ke New Britain.

Deskripsi

  • Ngeseso merupakan pohon kecil hingga sedang dengan tinggi hingga 25 m, mengandung getah putih, kadang dengan akar panggung pendek, permukaan kulit kayu pecah-pecah halus, abu-abu kecokelatan.
  • Cabang bersenjatakan duri tajam.
  • Daun tersusun spiral, bulat telur hingga bulat telur lebar, 12-45 cm × 8-36 cm, hijau muda saat muda, pangkal subcordate hingga subcuneate, puncak dengan ujung pendek, tepi bergerigi hingga denticulate, dengan 5-10 pasang vena lateral, bervariasi keropeng di kedua permukaan, dengan panjang hingga 7 cm.
  • Buah ara/tin pada ranting tak berdaun dari batang dan cabang, dalam kelompok pada tangkai panjang, berpasangan, sessile, pyriform, diameter 4-8 mm, puber tetapi berkilau, merah matang.
  • Bunga dengan 3-4 tepal bebas, bunga jantan dalam 1 baris, sessile, dengan 1 benang sari, bunga betina sessile atau pendek membelah.

Ficus pungens secara lokal umum ditemukan di hutan dataran rendah primer dan sekunder, dekat sungai dan saluran air, hingga ketinggian 1.700 m.

Manfaat dan penggunaan

Daun mudanya dimakan dimasak sebagai sayuran, khususnya di Papua Nugini. Di Maluku pada musim kemarau, akar gososo dipotong miring untuk menghasilkan air yang bisa diminum setelah direbus. Kulit kayunya digunakan untuk membuat tikar.

Di Papua Nugini, akar atau getah daunnya ditelan untuk menyembuhkan batuk dengan cepat. Daun yang dipanaskan diterapkan secara eksternal untuk meredakan nyeri tubuh. Dalam beberapa laporan, lateks dilaporkan sangat beracun.