7 Penyakit dan Hama Tanaman Jahe dan Cara Penanganannya

7 Penyakit dan Hama Tanaman Jahe dan Cara Penanganannya

RempahID.com – Penyakit dan hama tanaman jahe dapat berakibat buruk pada budidaya tanaman jahe itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, ketahui jenis hama dan penyakit yang menyerang supaya dapat diatasi dengan tepat.

Seperti diketahui bahwa tindakan mencegah akan lebih baik daripada membasmi.

Mencegah Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah hama pada tanaman jahe, diantaranya:

  • Menghambat pertumbuhan rumput liar dengan obat anti gulma.
  • Sering menyiangi tanaman jahe.
  • Bisa dengan menerapkan pola tanam menggunakan karung (vertikultur) atau polybag.

Selain itu, ada faktor epidemi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan penyakit pada budidaya tanaman, yaitu:

  • Inang
    Meliputi jenis, jarak tanam, umur, kepadatan dan ketahanan.
  • Patogen
    Tipe reproduksi, ekologi, frekuensi atau virulensi serangan, cara menyebar serta kepadatan inokulum.
  • Lingkungan
    Seperti tindakan manusia, waktu, kelembaban serta suhu udara.

Kemudian hama dan penyakit apa saja yang biasa menyerang tanaman jahe dan bagaimana pengendaliannya?

Hama dan Penyakit Tanaman Jahe Serta Cara Pengendaliannya

Hama dan penyakit harus segera diatasi supaya proses budidaya tidak terganggu atau bahkan mengalami kegagalan. Pengendalian yang tepat akan membantu jahe terhindar dari kerusakan bahkan kematian.

Inilah hama tanaman jahe dan pengendaliannya yang harus diperhatikan:

1. Kepik

Serangan hama kepik atau Epilahre sp. akan menimbulkan gejala seperti, daun bergerigi, berwarna kecoklatan dan berlubang.

Untuk mengendalikan hama ini, Anda dapat menyemprotkan salah satu dari dua jenis larutan berikut:

  • Larutan Pestisida
    Gunakan larutan pestisida yang mengandung bahan aktif seperti Profenofos dan Beta Siflutrin.
  • Larutan Insektisida Organik
    Penggunaan larutan ini bisa dengan menggunakan air tuba yang berasal dari tanaman tuba.

2. Kumbang

Gejala serangan kumbang atau Araecerus Fascicularis adalah berubahnya bentuk rimpang jahe menjadi abnormal. Contohnya seperti ada lubang telur kumbang serta bentuk yang bulat tidak teratur.

Hama kumbang dapat dikendalikan dengan larutan insektisida dan nematisida. Gunakan dosis 1 gram karbofuran untuk satu tanaman jahe.

3. Kutu Daun

Kutu daun atau Aspidiella Hartii adalah hama yang menyerang tanaman jahe dan menimbulkan gejala pada daunnya. Seperti daun yang berguguran, menguning, menggulung atau bahkan layu.

Pestisida berbahan aktif dapat digunakan untuk mengendalikan kutu daun. Bahan aktifnya seperti Amitraz, Metamil, Sisfokol, Abamektin serta bahan aktif lainnya.

Supaya tanaman tidak semakin rusak, gunakan dosis yang sesuai dengan ketentuan.

4. Ulat Penggerek Akar

Gejala serangan dari ulat penggerek akar atau Dichorcrosis Puntiferalis yakni, kerusakan dan kekeringan pada akar. Bahkan juga berakibat pada kekurangan nutrisi dan unsur hara, sehingga ada kemungkinan tanaman akan mati.

Larutan yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama ini adalah insektisida. Insektisida juga harus mengandung bahan aktif seperti: Bisultap, Fipronil, Karbofuran, Dimehipo, dan Bensulta.

Pemakaian dosis harus mengikuti ketentuan yang ada pada label produk.

5. Nematoda

Serangan nematoda atau Meloidogyne sp. dapat menimbulkan beberapa gejala pada akar. Contohnya seperti, bintik atau benjolan kecil, rimpang dan warna berubah menjadi kecoklatan.

Untuk mengendalikan nematoda, gunakan pestisida nabati ekstrak nimba, jarak dan tagetes. Terapkan juga pola tanam campuran, rotasi tanaman, aplikasi nematisida serta sanitasi.

6. Penyakit Layu Bakteri

Bakteri Solanacearum disebut sebagai penyebab dari penyakit layu bakteri yang menimpa tanaman jahe. Tanda dari serangan tersebut tampak pada daun yang melipat lalu menggulung dan abnormal. Warna daun berubah menjadi kuning dan mengering serta tunas yang membusuk.

Rimpang jahe yang sakit akan terlihat lebih gelap bila diperhatikan dengan saksama. Bahkan sampai terjadi pembusukan pada rimpang dengan mengeluarkan cairan putih sampai coklat bila terpotong.

Faktor yang berpengaruh pada penyakit ini adalah suhu dingin, genangan air serta kondisi tanah yang lembab. Biasa terjadi pada tanaman jahe yang berumur 3-4 bulan.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Pemakaian larutan fungisida berbahan aktif Bavistin 0,25% dan 0,255 Dithane M-45.
  • Pengolahan tanah yang baik.
  • Bibit jahe harus terjamin sehat.
  • Pisahkan tanaman jahe yang sakit dengan yang lainnya.

7. Penyakit Busuk Rimpang

Penyebab dari penyakit ini adalah jamur Fusarium Oxysporum sp. yang masuk ke bibit rimpang jahe melalui luka. Pada suhu udara 20-25 derajat celcius, jamur akan berkembang sampai rimpang membusuk.

Gejala serangannya ditandai dengan daun bagian bawah menguning kemudian layu dan rimpang yang berubah.

Jika dibiarkan terlalu lama, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Sebelum terjadi, kendalikan sejak tahap penanaman jahe.

Sebelum ditanam, rendam benih jahe dengan larutan fungisida sebanyak 0,3% terlebih dahulu selama 2 jam. Larutan fungisida untuk bibit jahe diantaranya: Mancozeb, Karbendazim, Benomyl dan Metil Tiofanat.

Selain itu, pastikan kesehatan bibit jahe yang digunakan lalu terapkan pola tanam yang baik.

Setelah mengetahui cara mengendalikan penyakit dan hama tanaman jahe, semoga Anda dapat menerapkannya dengan baik. Supaya tanaman jahe Anda dapat berkembang biak secara sempurna.