Lampesan (Hyptis suaveolens)

Lampesan | Hyptis suaveolens

RempahID.com – Lampesan yang memiliki nama latin Hyptis suaveolens adalah tumbuhan tahunan/abadi tegak, berbulu dengan batang yang menjadi lebih atau kurang berkayu dan terus ada. Biasanya banyak bercabang, kadang-kadang tingginya bisa mencapai 2.5 meter tetapi umumnya jauh lebih rendah.

Tumbuhan ini memiliki berbagai kegunaan untuk makanan dan obat, sering kali dipanen dari alam liar untuk penggunaan lokal. Tanaman ini kadang-kadang dibudidayakan di Meksiko dan India.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

Hyptis suaveolens (L.) Poiteau

Nama ilmiah lainya

  • Ballota suaveolens L.
  • Marrubium indicum Thunb., non Burm.f.
  • Mesosphaerum suaveolens (L.) Kuntze
  • Schaueria graveolens Hassk.

Nama lokal

  • Filipina: amotan, suob-kabayo, loko-loko
  • Indonesia: lampesan (Jawa), jukut bau (Sunda), mang-kamang (Madura)
  • Inggris: bush tea-bush, pignut
  • Malaysia: malbar hutan, selaseh hutan, pokok kemangi
  • Papua Nugini: iliplua (New Britain), pedidi (Milne Bay)
  • Thailand: kara, maeng lak kha (semenanjung)
  • Vietnam: é thơm, tía tô dại

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Asteridae
            Order:  Lamiales
              Family:  Lamiaceae ⁄ Labiatae
                Genus:  Hyptis Jacq.
                  Species:  Hyptis suaveolens (L.) Poit.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Berasal dari Amerika tropis tetapi sekarang didistribusikan dan dinaturalisasi secara pantropis, termasuk Asia Tenggara. Kadang dibudidayakan di Meksiko dan India.

Deskripsi

  • Lampesan merupakan tumbuhan yang sangat aromatik, herba hampir fetid, tinggi hingga 2 m dengan batang bersudut 4, banyak bercabang, dan berbulu.
  • Daun decussate, herba rapat; tangkai daun panjang 0.5-3 cm; bilah bulat telur sampai bulat telur, 3-5 cm × 2-4 cm, bertitik kelenjar, tepi bergerigi tidak beraturan, di bawah puber padat.
  • Pembungaan sebuah verticillate, cyme berbunga 2-5, disusun secara ras di ujung cabang di ketiak daun yang lebih kecil; gagang bunga hingga panjang 1 cm.
  • Kelopak berbentuk lonceng, panjang 5 mm, dalam buah hingga 10 mm, berusuk kuat 5, dengan 5 gigi setaceous; daun mahkota tubular, panjang 6-8 mm, biru sampai ungu, lengan bilabiata, bibir atas 2 lobus, bibir bawah 3 lobus; benang sari 4, termasuk dalam mahkota; stigma segera bifid.
  • Buah biasanya terdiri dari 2 butir kacang; kacang kecil lonjong sempit, hingga 4 mm × 3 mm, merah muda tipis, cokelat.

Hyptis suaveolens tumbuh di daerah terbuka yang kering, di sepanjang aliran sungai dan pinggir jalan, sebagai gulma di perkebunan dan ladang, dari permukaan laut hingga ketinggian 1300 m, dalam kondisi musiman dan per-lembab.

Berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Pada musim kemarau daunnya berguguran. Kulit biji kacang membengkak menjadi massa seperti agar-agar saat direndam dalam air.

Manfaat dan penggunaan

Penggunaan yang dapat dimakan

Ujung pucuk digunakan sebagai penyedap makanan dan akarnya sebagai hidangan pembuka. Terkadang seluruh tanaman digunakan sebagai pakan ternak.

Sebagai obat

Di Filipina, ujung batang dan daun digunakan secara eksternal untuk mengobati luka dan penyakit kulit, dalam bak mandi untuk mengobati rematik dan sebagai sudorific, dan secara internal sebagai antispasmodik.

Akarnya memiliki sifat emmenagogue dan stomachic (perut), dan juga digunakan untuk mengobati rematik.

Daunnya juga digunakan sebagai pengusir serangga, misalnya melawan kutu busuk. Di Papua Nugini daun dioleskan secara eksternal pada luka dan luka, dan secara internal untuk mengobati demam dan penyakit selesema.

Di Indonesia tumbuhan lampesan digunakan sebagai galactagogue. Di China batang dan daunnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati masuk angin, reumatik, eksim dan lebam.

Di Afrika dan Amerika Tengah Hyptis suaveolens memiliki aplikasi obat yang serupa. Di Thailand, ranting dan daun yang ditumbuk digunakan sebagai pengusir kutu untuk ayam.

Daunnya juga digunakan untuk mengusir kutu busuk. Minyak atsiri pada daun (0,025%) telah digunakan sebagai pengganti minyak nilam.