Sawi rana - Indian lettuce - Lactuca indica

Sawi rana | Indian lettuce | Lactuca indica

RempahID.com – Sawi rana atau lampenas yang memiliki nama latin Lactuca indica adalah tanaman tegak dan tahunan/abadi yang tumbuh setinggi sekitar 1.2-2 meter. Tanaman ini kadang-kadang dibudidayakan untuk diambil daunnya di beberapa bagian Asia, terutama Malaysia, Indonesia, Filipina, Taiwan dan Jepang.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Lactuca indica L.

Nama ilmiah lainya

  • Lactuca brevirostris Champ. ex Benth. (1852).

Nama lokal

  • Filipina: gilgiloy, batudan, gatudan
  • Indonesia: komak, lampenas (Sunda), sawi rana (Jawa)
  • Inggris: Indian lettuce
  • Malaysia: daun panjang
  • Vietnam: diếp dại, rau bồ cóc, bồ công anh.

Genetika

  • Jumlah kromosom: 2n = 18

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Asteridae
            Order:  Asterales
              Family:  Asteraceae ⁄ Compositae
                Genus:  Lactuca L.
                  Species:  Lactuca indica L.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Lactuca indica berasal dari daerah yang lebih hangat di Cina, Taiwan, dan Jepang bagian selatan, di mana ia tumbuh liar dan dibudidayakan. Ini telah diperkenalkan ke Asia Tenggara, mungkin oleh imigran Cina, dan relatif umum di Indonesia dan Malaysia, di mana kadang-kadang terjadi sebagai pelarian dari penanaman.

Deskripsi

  • Sawi rana merupakan tanaman tahunan/abadi, tegak, beranakan, herba lactiferous, dengan roset radikal saat muda, tinggi hingga 2 m saat berbunga.
  • Daun bergantian, sessile, lonjong-lanset, bentuk dan dimensi sangat bervariasi, dengan pangkal menyempit dan ujung lancip, 5-35 cm x 1-10 cm, sering dengan pelepah merah.
  • Terminal bunga, paniculiform atau corymbiform, panjang 50-100 cm, bercabang banyak, dengan banyak kepala bunga yang relatif kecil (2 cm × 5-7 mm); bracts involucral sebagian bulat telur (bagian luar), sebagian lagi berbentuk lonjong-linear-lanset (bagian dalam); bunga ligulasi, kuning cerah, paten atau tegak miring.
  • Buah achene berbentuk bulat panjang pipih, 3-4 mm x 2 mm, hitam, berparuh pendek, keras, bagian atas dengan jambul rambut putih. Tanaman dewasa menghasilkan pucuk basal.

Manfaat dan penggunaan

Sawi rana ditanam untuk diambil daunnya. Mereka dikonsumsi mentah, direbus atau dikukus. Daunnya juga digunakan untuk membungkus dan menggoreng ikan.

Selanjutnya, daunnya dianggap tonik, pencernaan dan depuratif dalam pengobatan tradisional. Di Taiwan ditanam sebagai pakan angsa. Ulat bisa diberi makan dengan daun sebagai pengganti murbei.

Biologi dan ekologi

Tumbuh kembang

Di Taiwan dan Jepang, beberapa bentuk yang berbeda terutama dalam bentuk daun telah dibedakan sebagai varietas botani atau forma. Daunnya bervariasi dari linear-lanset tidak terbagi hingga lonjong sangat pinnatifid.

Ekologi

Sawi rana dibudidayakan dari dataran rendah sampai ketinggian 2000 m. Terkadang tumbuh liar sebagai pelarian dari budidaya di jurang, tempat sampah, ladang dan perbatasan hutan, pinggir jalan, dan perkebunan tanaman tahunan. Ia lebih menyukai tanah yang subur dan memiliki drainase yang baik dengan kandungan bahan organik yang tinggi, tetapi mentolerir berbagai jenis tanah.

Sarana penanaman dan budidaya

Perbanyakan adalah dengan biji, yang berkecambah 3-4 hari setelah tanam, atau dengan stek akar, yang dengan mudah mengembangkan tunas. Benih biasanya disemai di bedeng benih dan bibit dipindahkan setelah tinggi 5-10 cm, 3-4 minggu setelah tanam.

Cara budidaya mirip dengan selada (Lactuca sativa L.). Sawi rana dapat ditanam di bedengan dengan jarak tanam 30 cm × 30 cm. Karena perawakannya yang tinggi sering ditanam di tengah hamparan lapangan untuk memberi keteduhan cahaya pada sayuran lainnya. Biasanya ditanam di tanggul sawah dan di kebun rumah.

Cucumber mosaic virus (CMV) dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, menurunkan kualitas daun.

Ketika tanaman berumur sekitar 2 bulan dan tinggi 50 cm, panen daun individu dimulai dan berlanjut sampai pembungaan mengganggu. Tanaman kemudian dapat dipotong di dekat permukaan tanah untuk tunas ketiak untuk membentuk tanaman ratoon.

Distribusi produksi dan perdagangan Internasional

Sawi rana ditanam untuk konsumsi lokal dalam skala kecil. Ini cukup umum di daerah pegunungan Puncak dan Bandung (Jawa Barat, Indonesia) dan di Dataran Tinggi Cameron (Malaysia). Ini juga biasa ditanam sebagai tanaman pembatas di pertanian sayuran di dataran rendah Malaysia. Tidak ada statistik yang tersedia.

Sumber daya genetik dan pemuliaan

Beberapa aksesi Lactuca indica biasanya dipelihara dalam koleksi plasma nutfah selada (L. sativa) dan spesies terkait, tetapi tidak ada koleksi khusus untuk selada India.

Ada hambatan berkembang biak yang jelas antara kelompok “sativa-serriola” dan “indica“.

Prospek

Sawi rana telah mempertahankan ceruk pasar di samping tanaman salad yang lebih produktif. Sangat sedikit informasi tentang tanaman ini dan itu saja sudah cukup menjadi alasan untuk perhatian penelitian lebih lanjut.