Genjer, eceng, bengeng - Sawah lettuce - Limnocharis flava

Genjer | Sawah lettuce | Limnocharis flava

RempahID.com – Genjer yang memiliki nama latin Limnocharis flava adalah tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun, membentuk rumpun yang menghasilkan batang tegak setinggi 20 – 40 cm dari rimpang tegak tebal yang pendek.

Sayuran yang populer dan sangat dihargai di daerah tropis, terutama di beberapa bagian Asia Tenggara, tanaman ini dikumpulkan dari alam liar dan terkadang juga dibudidayakan di sawah. Seringkali dapat ditemukan untuk dijual di pasar lokal. Tanaman ini dihargai sebagai tanaman hias di beberapa negara dan dibudidayakan di kebun raya atau rumah pribadi.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Limnocharis flava (L.) Buchenau

Nama ilmiah lainya

  • Alisma flava L. (1753)
  • Limnocharis emarginata Kunth (1807)
  • L. plumieri Richard (1815).

Nama lokal

  • Indonesia: genjer, bangeng, eceng
  • Inggris: sawah lettuce, velvet leaf, hermit’s waterlily
  • Malaysia: emparuk, jinjir, paku rawan
  • Laos: kaanz choong
  • Thailand: bon-chin, talapatrusi, nangkwak
  • Vietnam: kèo nèo, nê thảo.

Genetika

  • Jumlah kromosom: 2n = tidak diketahui

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Viridiplantae
    Infrakingdom:  Streptophyta
      Superdivision:  Embryophyta
        Division:  Tracheophyta
          Subdivision:  Spermatophytina
            Class:  Magnoliopsida
              Superorder:  Lilianae
                Order:  Alismatales
                  Family:  Alismataceae
                    Genus:  Limnocharis Humb. & Bonpl.
                      Species:  Limnocharis flava (L.) Buchenau

 

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Limnocharis flava adalah tanaman asli Amerika tropis dan subtropis dan diperkenalkan ke Asia Tenggara lebih dari seabad yang lalu. Sekarang terjadi naturalisasi di Indonesia (Jawa, Sumatra), Malaysia, Thailand, Burma dan Sri Lanka.

Deskripsi

  • Genjer merupakan tanaman tahunan/abadi, tegak, latiferus, akuatik hingga terestrial rawa, tinggi 20-100 cm, anakan kuat.
  • Daun dalam roset basal, gundul; tangkai daun panjang 5-75 cm, tebal, trigonous dengan banyak ruang udara, selubung di pangkal; helai daun berbentuk bulat telur, elips lebar atau bulat telur, 5-30 cm × 4-25 cm, kuning kehijauan; karakteristik nervasi, saraf utama 9-13 dengan banyak saraf sekunder paralel melintang.
  • Perbungaan berbentuk bulat panjang, berbunga 3-15, panjang tangkai hingga 90 cm, tegak saat berbunga, melengkung ke bawah saat berbuah; bunga di axils dari membranous bracts; pedicel panjang 2-7 cm; sepal 3, ca. Panjang 2 cm; kelopak 3, bulat telur sampai bulat telur, panjang 1.5-3 cm, kuning; benang sari lebih dari 15, dikelilingi oleh lingkaran benang sari; ovarium 10-20.
  • Buah majemuk, tersusun atas karpel matang membentuk badan bulat atau elipsoid lebar dengan diameter 1.5-2 cm, diapit oleh sepal. Biji berbentuk tapal kuda, panjang 1-1.5 mm, dilengkapi dengan jambul melintang, coklat tua.
  • Bibit dengan satu kotiledon dengan panjang 8-11.5 mm, di sekeliling daun pertama.

Manfaat dan penggunaan

Daun muda dengan tangkai daun dan tunas muda yang belum terbuka dimakan sebagai sayuran di Indonesia, khususnya Jawa Barat, Malaysia, dan Thailand. Biasanya mereka tidak dimakan mentah tetapi dipanaskan di atas api atau dimasak sebentar.

Daun yang lebih tua rasanya pahit. Seluruh tanaman diberikan sebagai pakan babi atau ikan. Genjer juga berfungsi sebagai tanaman hias di kolam. Tanaman sering dibajak sebagai pupuk hijau di sawah.

Kandungan dan properti

Per 100 g porsi dimakan Limnocharis flava mengandung: protein 1 g, lemak 0.3 g, karbohidrat 0.5 g, vitamin A 5000 IU dan vitamin B1 10 IU. Nilai energinya adalah 38 kJ/100 g.

Biologi dan ekologi

Tumbuh kembang

Bunga Limnocharis flava sepanjang tahun. Bunganya mekar di pagi hari dan tutup setelah beberapa jam. Tidak ada catatan tentang agen penyerbuk. Setelah bunga mekar, sepal membesar dan mengelilingi buah sedangkan kelopak menjadi massa berlendir.

Setelah matang, karpel buah jatuh ke air tempat mereka melepaskan bijinya, yang tenggelam ke dasar. Perbungaan menurun yang bertumpu pada permukaan air sering menghasilkan tanaman baru.

Ekologi

Limnocharis flava tumbuh di rawa, lokasi dangkal seperti sawah, kolam (ikan) dan parit hingga ketinggian 1300 m.

Sarana penanaman dan budidaya

Genjer dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Ini diperbanyak dengan lapisan, tetapi perbanyakan dengan biji juga dimungkinkan. Itu membutuhkan tanah yang subur; 1-2 minggu sebelum tanam, tanah harus diperkaya dengan pupuk organik (10 t/ha). Jarak tanam sekitar 30 cm persegi.

Di sawah yang subur ia akan tumbuh sangat cepat dan daun serta perbungaannya bisa dipanen setelah 2-3 bulan. Jika tidak dipanen secara teratur maka populasi tanaman akan menjadi terlalu lebat dan harus diperbarui untuk menjaga kualitas. Setelah panen, daun dan perbungaan dibundel menjadi satu atau terpisah dan dijual dalam tandan kecil.

Distribusi produksi dan perdagangan Internasional

Di Jawa Barat Limnocharis flava merupakan sayuran yang umum di pasaran dan supermarket tetapi data produksinya jarang. Dalam sistem pemeliharaan ikan dan budidaya genjer yang terintegrasi, seorang petani Indonesia memanen sekitar 1000 tandan/ha dalam 3 bulan (1 tandan = 20 kecambah).

Prospek

Genjer atau eceng adalah salah satu sayuran lokal yang paling disukai di Jawa Barat dan juga populer di Thailand; itu perlu lebih diperhatikan di bidang lain. Ada sedikit informasi tentang spesies ini. Budidaya dengan sistem pemeliharaan ikan terpadu tampaknya merupakan praktik yang baik.