Ruku-ruku (Tulsi : Ocimum tenuiflorum)

Ruku-ruku | Holy basil | Ocimum tenuiflorum

RempahID.com – Ruku-ruku atau Tulsi yang mempunyai nama latin Ocimum tenuiflorum adalah tanaman tahunan/abadi, aromatik, tegak, bercabang banyak yang tumbuh tinggi dari 30-100cm. Batangnya sering menjadi berkayu, setidaknya di pangkal, dan persist.

Salah satu tanaman paling suci di India, yang telah dibudidayakan selama lebih dari tiga ribu tahun dan masih banyak ditanam di sekitar rumah dan kuil karena pengaruh perlindungannya. Itu juga biasa dibudidayakan di daerah tropis lainnya untuk daun dan penggunaan obat.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Ocimum tenuiflorum L. Lamiaceae

Nama ilmiah lainya

  • Ocimum brachiatum Hassk.
  • Ocimum flexuosum Blanco
  • Ocimum sanctum L.

Nama lokal

  • Filipina: loko-loko (Tagalog), kamangi (Bicol), bidai (Ilocano).
  • India: tulsi, tlasi, tulasi
  • Indonesia: ruku-ruku (Sumatra), kemangi utan (Maluku), lampes (Jawa, Sunda), tulsi.
  • Inggris: holy basil, sacred basil.
  • Kamboja: mrèah prëu
  • Malaysia: oku, ruku ruku, sulasi.
  • Laos: saph’au.
  • Prancis: basilic des moines, basilic sacré,
  • Thailand: kaphrao (central), kom ko dong, im-khim-lam (northern).
  • Vietnam: hương nhu tía, é tía, é dỏ

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Tracheobionta
    Superdivision:  Spermatophyta
      Division:  Magnoliophyta
        Class:  Magnoliopsida
          Subclass:  Asteridae
            Order:  Lamiales
              Family:  Lamiaceae ⁄ Labiatae
                Genus:  Ocimum L.
                  Species:  Ocimum tenuiflorum L.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Berasal dari Asia tropis, tetapi tumbuh secara pantropis dan terkadang juga dinaturalisasi.

Deskripsi

  • Ruku-ruku merupakan tanaman aromatik, tegak, bercabang banyak, tinggi 30-60 (-100) cm dengan batang berkayu di pangkal dan indumentum rambut paten.
  • Daun berlawanan arah; tangkai daun panjang 0.5-2.5 cm; bilah lebar elips, 1.5-6 cm × 1-2.5 cm, tepi bergerigi agak jauh, puber.
  • Pembungaan segugusan, panjang 8-10 cm, terdiri dari cymes 3-berbunga berlawanan yang muncul sebagai verticil, kendur; bunganya panjang 3 mm, merah muda atau putih.
  • Buah terdiri dari 4 buah kacang kecil, dikelilingi kelopak yang gigih di atas tangkai daun sepanjang 3-4 mm.

Komposisi minyak atsiri (sampai 0.8% berat segar dasar) sangat bervariasi antar populasi tetapi biasanya mengandung eugenol (40-70%, terutama sebagai methyleugenol), caryophyllene (27%) dan methylchavicol (10%).

Di Asia Tenggara ruku-ruku atau tulsi adalah gulma umum di tempat sampah di daerah pemukiman, seringkali dalam jumlah banyak, tetapi juga ditanam di kebun sayur dan di kuburan, di lokasi kering yang cerah, ketinggian hingga 600 m, berbunga sepanjang tahun. Banyak bentuk yang telah dijelaskan dan budidayanya mirip dengan selasih atau sweet basil.

Manfaat dan penggunaan

Dalam agama Hindu, tulsi atau holy basil adalah tanaman paling suci dan telah dibudidayakan selama lebih dari 3000 tahun di halaman dan taman kuil. Itu adalah simbol kesetiaan dan cinta murni yang tulus.

Di Asia Tenggara, ruku-ruku atau tulsi kadang-kadang digunakan sebagai bumbu dalam salad, hidangan buah dan daging, ikan dan ayam, tetapi lebih sering sebagai obat karena semua bagian di atas permukaan tanah dikatakan memiliki sifat antibakteri, antifebrile, dan penawar racun.

Di Indonesia rebusan daunnya digunakan untuk mengobati masuk angin pada anak-anak, untuk menyembuhkan luka dan untuk meningkatkan laktasi pada wanita. Di Filipina obat ini digunakan untuk melawan penyakit gonore dan di Malaysia untuk melawan rematik.