Purwaceng - Purwoceng (Pimpinella pruatjan)

Purwaceng | Pimpinella pruatjan

RempahID.com – Purwaceng atau purwoceng yang memiliki nama latin Pimpinella pruatjan adalah tanaman aromatik abadi yang menghasilkan kumpulan batang menanjak atau menyebar hingga panjang 50cm dari akar yang tebal sampai dengan panjang 15cm. Batang yang tersebar dapat membentuk akar baru pada ruas daun.

Tanaman obat yang populer dan penting di Jawa, yang biasanya dipanen dari alam liar dan juga dibudidayakan secara lokal. Tanaman itu dijual di pasar lokal.

Tanaman ini memiliki kisaran asli yang sangat terbatas dan telah lama dieksploitasi secara berlebihan dari alam liar. Itu dibudidayakan sampai batas tertentu. Ini belum dinilai untuk Daftar Merah IUCN, tetapi dianggap Terancam Punah di Indonesia.

Identitas dan sinonim

Nama ilmiah yang diutamakan

  • Pimpinella pruatjan Molkenb.

Nama ilmiah lainya

  • Pimpinella alpina Koord.-Schum., non Host.

Nama lokal

  • Indonesia: purwaceng, purwoceng (Jawa), antanan gunung (Sunda)

Taksonomi

Kingdom:  Plantae
  Subkingdom:  Viridiplantae
    Infrakingdom:  Streptophyta
      Superdivision:  Embryophyta
        Division:  Tracheophyta
          Subdivision:  Spermatophytina
            Order:  Apiales
              Family:  Apiaceae
                Subfamily:  Apioideae
                  Genus:  Pimpinella
                    Species:  Pimpinella pruatjan Molkenb.

Sejarah pengenalan dan asal sebaran geografis

Indonesia (Jawa, dari Gunung Pangrango di Jawa Barat hingga Gunung Argapura di Jawa Timur).

Deskripsi

  • Purwaceng merupakan tanaman tahunan/abadi, aromatik hingga setinggi 50 cm, dengan akar tebal sepanjang 15 cm dan banyak batang berbunga menanjak yang hanya memiliki daun yang tidak berkembang dengan baik. Batang terete, lurik, biasanya naik, kadang menyebar, puber saat muda, gundul nanti.
  • Daun kebanyakan dalam roset radikal, selubung; selubung sepanjang 3 cm; tangkai daun hingga panjang 10 cm; blade imparipinnate dengan (1-) 5 (-11) selebaran; leaflet subsessile, cordate-orbicular, panjang 1-2.5 cm, crenate-dentate; daun bagian atas lebih kecil, dengan tangkai daun yang lebih pendek dan daun yang tidak terlalu padat.
  • Perbungaan terminal atau umbel berlawanan daun; gagang bunga sepanjang 1-7 cm; involucre 3-banyak-foliolat; sinar primer 4-9, panjang 7-25 mm, berbulu; rays sekunder 4-8 per umbellule, panjang 1-4 mm; involucel 4-banyak-foliolat.
  • Kelopak dengan panjang sekitar 1 mm dan lebar, putih, ujung tidak melengkung.
  • Buah schizocarp; mericarp sekitar 2 mm × 1 mm, bersisik berkutil.

Pimpinella pruatjan ditemukan di lokasi yang cerah atau sedikit teduh, di padang rumput, di hutan Casuarina, di sepanjang jalur dan tepi sungai, terkadang di lereng curam pada ketinggian 1800-3300 m. Ini dianggap sebagai spesies yang terancam punah di Indonesia, di mana ia dilestarikan secara ex situ melalui kultur in vitro.

Manfaat dan penggunaan

Dalam pengobatan tradisional Jawa, akar aromatik purwoceng terutama digunakan sebagai afrodisiak, tetapi juga dihargai karena khasiat restoratif umumnya.